Minggu, 11 September 2011

Belajar dari Pengalaman Pegawai Senior ,Mengapa Tidak..! (Islamic Interpersonal Intelligence )

Kank,saya akan ditempatkan di sebuah  kantor cabang  yang para karyawannya para senior artinya lebih banyak ‘kaum tua” sebagai Manajer tentu saya harus belajar menyesuaikan diri.Bekal apa saja yang semestinya saya bawa..?”.



“Sesungguhnya orang orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan rahmat “. Qs Al Hujurat ;10.

“Often ,management teams chose a strategic direction without  systematically exploring alternatives . It is not always easy to persuade strategy teams to explore unfamiliar options. Use tools that force strategic thinkers to consider clearly differentiated options ”.Lee Tom Perry

Berhadapan  dengan para senior  memang merupakan tantangan tersendiri mengingat mereka merasa lebih berpengetahuan  berpengalaman, dan establish di zona nyaman.Namun  bukan berarti mereka tidak bersahabat dengan kaum muda dan perubahan.Karena itu anda semestinya bisa meningkatkan respond and relationship dari mereka.Kenali syarat penerimaan  dari para senior ini:

Pertama : Memberikan Value

 Nilai nilai kehidupan yang bermakna lebih muda diterima kelompok ini seperti nilai keagamaan ,kesehatan ,social dan kemasyarakatan.berkomunikasi lah dengan mereka secara menarik yang dapat ,menyentuh sisi emosio nalnya.Perintah secara langsung  sepertinya tidak cocok untuk karyawan senior yang sudah memilki pendidikan dan pengalaman, cara seperti ini  hanya akan dianggap anda menggurui  dan sok tahu.Maka  dengan menggunakan bahasa yang inclusive (melibatkan),open minded ,sikap menghormati anda bakal menerima rsepon positif dari mereka.Seperti menurut “Pengalaman bapak jika kita mengahdapi tantangan semacam ini apa yang bisa kita lakukan…?”  .

Kedua . Bahasa Sederhana

Kerumitan istilah atau bahasa yang lebih mengarah pada konsep konsep baru dalam menjalankan organisasi hanya akan membuat para senior alergi .Lantaran mereka lebih mengandalkan pengalaman mereka selama bertahun tahun dipersuhaan itu. Meraka sudah makan pahit getirnya kehidupan pekerjaan yang dijalani.Disamping mereka beranggapan bahwa konsep baru yang anda paksakan belum terbukti.Mereka para karyawan senior yang berpengalaman  menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk menguji fakta dibandingkan anda yang masih muda. “belajarlah dari para senior yang berpengalaman lalu ajaklah membuat perusahaan lebih maju lantaran  peran serta .mereka..!”.


Ketiga ,Bersabarlah

Meskipun kadang kadang respon mereka lebih emosional terhadap perubahan yang mungkin anda tawarkan,namun kepribadian dan kesabaran anda akan membuat mereka akan mendukung anda.mempengaruhi karyawan senior dan berpengalaman memang bukan hal mudah ,mereka lebih matang dalam menyeleksi informasi sebelum mencernanya.pesan yang dianggap berseberangan bakal di delete. Efektifitas respon terhadap suatu pesan perubahan bergantung pada keyakinan dan padangan hidup mereka.karena itu libatkan mereka dalam ide ide kreatif serta angin perubahan kemajuan perusahaan ,berilah mereka peran untuk mewujudkannya.

"Lebih dari itu jika anda dirasakan sebagai pribadi yang menentramkan hatinya lantaran mampu merancang “value yang menyentuh aspirasi tertinggi mereka. Anda akan di sayang sekaligus didukung..!”.



Implementasi Jujur ,Dalam Mutu Kinerja Auditor

“ (para Rosul diutus ) dengan membawa bukti bukti dan kitab kitab. Dan kami telah menurunkan kepadamu  (Muhammad) adz –dzikir untuk engkau jelaskan kepada seuruh manusia apa yang diturunkan kepada mereka dan semoga mereka mau berpikir”.QS An Nahl 44.





“the competent  leaders must  have long range vision ,and be able to see not only through  his own eyes but through the eyes of others”.


 Sebagai auditor perusahaan  akuntan dan audit ,Irwanto  pria berusia 29 tahun tergolong sukses ,sebentar lagi dipromosikan sebagai kepala cabang di Indonesia Barat. Ketika saya tanya apa resep suksesnya,beliau hanya menjawab “ah biasa saja ,semua nya hampir sama prosedurnya dengan yang lain. Yang penting berikan yang terbaik dan tawakal”.Katanya merendah.

Pria ,arek Kediri   kali pertama bekerja sebagai staf  keuangan di Pabrik sepatu dikawasan Rungkut. Perusahaan itu adalah yang pertama kalinya dalam sejarah pekerjaannya.Mengingat ,Irwanto  lebih banyak menekuni urusan kuliah. Begitu meraih sarjana akuntansi ,langsung bekerja  di pabrik bersangkutan . Seusai bekerja  kemudian melanjutkan  ke Magister Manajemen dengan mengambli konsentrasi dibidang Akuntansi.Setelah menyandang gelar MM(ak)  selanjutnya menancapkan karirnya di perusahaan auditor tempatnya bekerja saat ini.


Irwanto merasa memiliki modal besar sebagai auditor keuangan.”Kuliah saya di MM cukup relevan dengan auditing dan accounting “. Jelasnya.


”Disini saya mengembangkan proyek sekaligus menyusn SOPnya untuk team kami . Mulai dari planning ,field work and administration .Sedangkan untuk etos kerja team kami mendorong setiap individu memiliki kredibilitas personal,independensi auditor ,keterbukaan pelaporan kepada kreditor dan para pemegang saha,,pengetahuan terhadap industry klien dedikasi pada profesi ,termasuk mengatasi sikap skeptis auditor pada auditee.Sementara itu dalam pelayanan saya harus menciptakan semangat pelayanan ; responsiveness to client needs sampai pada prior experience of client all positively associated with client satisfaction . Secara sederhana Auditor harus memiliki kualitas tehnis berkaitan dengan temuan ,simpulan dan pendapat atas pemeriksaan harus jelas,konsisten ,mudah diakses dan objektif  .”Penjelasan panjang lebar ,yang meyakinkan saya, Irwanto memang pantas menduduki jabatan barunya Kepala Cabang Indonesia Timur.    

“  Di masa depan untuk mengatasi Korupsi dan berbagai macam skandal di Negara ini yang memporak porandakan kepercayaan publik, dibutuhkan akuntan /auditor yang berkualitas dan Amanah “.

Selasa, 06 September 2011

“Mencuri ilmu” dari staf senior berprestasi ,mengapa tidak..?




“Dan bekerja samalah  kamu dalam kebaikan dan taqwa dan jangan bekerja sama dalam dosa dan pelanggaran  “QS Al Maidah  ;2

  “A spirit of sharing and caring where people give cheerfully of their time ,knowledge and experience “. Goolde Rule Of   Mary kay  Cosmetic Philoshophy


Kank ,saya baru saja diterima sebagai  Costumer Service , walaupun saya lulusan Fakultas Sastra saya memang menyukai tantangan.Jujur saya memeng belum pernah dapat “ marketing knowledge “  dari bangku kuliah . Saya suka belajar secara otodidak ,minggu depan saya masuk masa percobaan selama 3 bulan sebelum kontrak  .Saya ingin mencuri ilmu adari staff senior  yang berprestasi ,apa yang mesti saya pelajari..?



Sebelumnya saya ucapkan selamat sudah diterima kerja sebagai CS. Saya suka istilah mencuri ilmu dari staff senior artinya meng up grade performance melalui pengamatan langsung dari” ahlinya”.

Pertama :Attitude

Hampir semua perusahaan dapat dipastikan sudah memberikan training tentang knowledge dan Knowhow setiap karyawan yang akan diterjunkan  ke medan tugas.namun karyawan yang berprestasi memiliki etos kerja yang handal baik dalam performance maupun alokasi waktu.Mereka sangat sadar bahwa budaya pelayanan adalah membangun integritas pribadi ,Jadi “curilah “ attitudenya untuk selajutnya anda tiru..!


Kedua,Performance

Kinerja karyawan berprestasi biasanya beda dengan karyawan biasa,terlihat dari performancenya dalam menjalankan tugas.Curilah ilmunya saat  bagaimana dia berkomunikasi kepada ,atasan konsumen dan kolega,ketrampilan mencari fakta dan data,kecakapan menerima kompalain dan keluhan atas hasil kerjanya, kemampuan komunikasi termasuk negoisasi,diskusi dan presentasi,kemampuan menyusun sebuah laporan ,kemampuan memotivasi diri dan orang lain .dsb.

 Intinya semua atribut  yang membuat karyawan tersebut layak disebut berprestasi.dengan demikian anda punya role model yang begitu dekat.Jangan segan segan untuk berani bertanya kepadanya..!



Ketiga ,Spirit


Karyawan berprestasi memiliki prinsip mencintai profesinya,job meaning.Mereka sangat bangga dan merasa bermakna atas profesi yang dijalaninya.Profesional,meningkatkan kemampuan diri dan berperstasi adalah puncak kepuasaannya dalam bekerja.Mereka memiliki rasa syukur atas profesi yang dilakoninya dengan terus  berupaya memberikan yang terbaik dari yang mereka bisa . Spirit inilah yang mampu mengantar mereka ke puncak prestasi dalam bekerja.


“Curilah “ilmunya ‘ bukan hanya knowledge dan knowhow  tapi juga mental dan spiritnya…!”

Minggu, 04 September 2011

Otodidak , Sukses Usaha Las Aluminium

“Dan  kami menciptakan manusia dalam keadaan sebaik baiknya”. QS At Tiin  :4

“Setelah sukses menangani proyek perusahaan besar ,proyek proyek besar pun menghampiri, kank..!  Padahal saya tidak pernah kepikiran punya usaha ini.”Alfan pemilik sebuah PT bidang jasa kotraktor.


Beliau menceritkan asal usul keterampilan mengelas yang tidak pernah dipelajari sebelumnya.

“Setelah lulus SMA dari pelosok Jawa Timur ,saya nekat keSurabaya.Tahu sendiri lulusan SMA ditahun 87 an bisa bekerja apa .Saya hanya berbekal Rp 55.000,- namun namanya  nekad saya tak pernah hiraukan apakah uang itu cukup atau tidak.Prinsipnya saya mau mengubah nasib.”

“Nekad memang bukan sesuatu yang baik,setidaknya saat saya numpang dirumah pakde di Surabaya barat.Tanpa bekal keahlian apa apa saya belum mendapat pekerjaan apa apa selama empat bulan,malu binggung sungkan pasti.Namun pakde tahu bahwa saya tiap hari berangkat mencari pekerjaan.Hingga suatu hari saya ditawari teman pakde untuk membantu bekerja di bengkel  lasnya .Walaupun saya nggak ngerti ngelas terima aja pekerjaan ini daripada ngganggur!.Pekerjaan pertama yang saya lakukan adalah mengelas  Mobil Jeep Jimny,Dengan didampingi rekan senior pekerjaan ngelas saya pun berhasil,prinsip saya coba saja,sambil belajar..!”


“Lama kelamaan karena kesungguhan saya belajar ,mau diajari ,mau menerima kritik dan belajar dari kesalahan sebelumnya saya menjadi ahli. Bengkel teman pak de ini menjadi Laborotarium ngelas gratis bagi saya .Sekaligus dapat uang (walau tidak seberapa),hehe tapi harus tetep disyukuri  . Saya senang karena lama kelamaan saya saya mendapatkan kepercayaan dari bengkel untuk pengerjaan las dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi.”


“Suatu saat saya bertemu dengan Pak Hartono beliau pemilik pabrik pembuatan logam dan aluminium saya ditawari sebagai tehnisi diperusahaan itu.Untuk menambah wawasan dan pengalaman saya menerima tawaran itu. Sembari menjadi tehnisi saya pun   nekad  sore hari melanjutkan mencari order untuk perusahaan dimana saya pertama kali belajar las yaitu temannya. Pak De. Lumayan penghasilan saya ganda namun juga lantaran saya cinta dunia las mengelas . Saya juga baru menikah biasa ingin membahagiakan keluarga..”.tehnisi merangkap marketing”.



“Dari bekerja di Perusahaan Pak Hartono saya menjadi memiliki banyak pengalaman dan keahlian terutama dalam pembuatan produk berbahan dasar logam untuk fabrikasi seperti kerangka kerangka mesin,tangki besar,tabung pengolahan limbah container dsb. Termasuk yang berbahan dasar aluminium dan baja.”


“Sampai suatu saat saya bertemu dengan pengusaha besar yang ingin diversifikasi usaha ,saya dimodalin hingga menjadi ,yang kank hari lihat saat ini”.sambil tersenyum bahagia.

“Karena penasaran saya pun bertanya;untuk menjadi ahli las yang luar biasa handal seperti anda ini kecakapan apa saja yang harus dimiliki..?


“Biasa aja kank ,hanya persoalan jam terbang. Tapi harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil las yang maksimal dan berkualitas.  Imajinasi ,perencanaan
Dan pengukuran harus pas sesuai persisi produk yang dibutuhkan. Meminimalisasi terbuangnya bahan baku,penyusutan dan perubahan bentuk produk.Menghitung dengan tepat peleburan produk dan bahan las serta menghindari keretakan setipis apapun.Ya bukan hanya thinking tapi juga insting…”begitu beliau mengakhiri ceritanya .

Dan saya dapat kuliah soft skill dari ahlinya yang sampai pada puncak kesuksesannya  tidak tertarik menjadi sarjana…!







Sabtu, 03 September 2011

Fresh Graduate, Belum Cukup Untuk Siap Kerja !

Ya bapakku ambillah  ia sebagai orang yang bekerja (pada kita ),karena sesungguhnya sebaik baik orang yang engkau pekerjakan ialah orang yang kuat  (professional) lagi penuh amanat.(QS Al Qashshas ;26)




“Bagaimana mungkin perencanaan jadwal yang sudah kamu lakukan ,justru bisa amburadul dan tidak jelas begini..,pokoknya saya tidak mau tahu .ini menyangkut citra korporasi …!”. Seorang branch manager yang marah marah kepada beberapa karyawan yang direkrut setahun yang lalu.Mereka adalah lulusan  fresh  graduate dari Perguruan Tinggi ternama.

Belum Memiliki Kecakapan Analisa.

Salah satu keluhan dunia industry terhadap karyawan yang baru lulus dari Perguruan Tinggi adalah kurang memiliki kecakapan analisa situasi,sehingga sulit mencapai sasaran yang terukur.Tidak pernah belajar dari keslahan sbelumnya adalah bagian analisa yang belum dimiliki mereka. Padahal dengan menganalisa  hasil    apapun dari suatu kegiatan semestinya para karyawan baru ini meluangkan waktu untuk menganalisa diri maupun kinerjanya


Interpersonal Skill

Analisa diri dapat dilakukan melalui kemampuan control diri terutama bahwa para karyawan baru cenderung mengerjakan pekerjaan secara tergesa gesa,ingin cepat selesai .Harapannya dianggap professional,namun jika pekerjaan ini lebih relasi  antar manusia ,maka ketergesa gesaan tidak membuahkan hasil Karena orang lain tidak dapat begitu saja menuruti apa yang ia mau.belum lagi jikapara senior meng underestimate kompetensi mereka.Kesabaran untuk menjalai proses secara bertahap adalah kunci sukses  . termasuk strategi komunikasi yang mampu mengarahkan kepada sasaran yang dicapai adalah bagian dari intrepresonal skill yang patut dimiliki sarjana baru lulus.  

Mahasiswa  yang terbiasa magang ,free line  ,kerja paruh waktu,ikut berorganisasi   yang memiliki kecakapan interpersonal skill yang lebih bagus saat lulus.



Kecakapan  Afeksi

“Saya tidak mengerti semestinya mereka kan tahu ini hari libur ,kenapa mereka hubungi ponsel saya untuk komplain layanan yang tidak prima…”  seorang karyawan bagian pelayanan ,mengeluh..!


Ranah afektif memang tidak banyak diajarkan di kampus.Mereka lebih sering menggunakan kalkulasi logis dari pekerjaannya sehingga sering tidak efektif dalam mengenali kebutuhan “customernya’.

Padahal dengan menggunakan pertanyaan terbuka mereka dapat menggali sikap ,pandangan dan perhatian mereka..”baik ,laporan bapak kami terima segera kami sampaikan kepada petugas yang bersangkutan..,inikah nomer telepon bapak yang bisa dihubungi..” rasa emphatic karyawan dapat menciptakan image priibadi dan dapat menciptakan long term relationship.


Kecakapan afeksi  yang di miliki lulusan murni ini kurang bisa mendeteksi resistensi dari costumer atau atasannya. Mereka tidak bisa membedakan  antara penolakan  yaitu ketidak sukaan kepada dirinya,keraguan  terwujud dalam sikap pesimis apakah karyawan baru tadi dapat memenuhi kompetensi yang diharapkan .Dan juga dimana “konsumen/orang yang dilayani” menunda keputusan nya untuk menyetujui tanpa ingin mengemukakan alasannya. Ketrampilan yang tidak terbiasa didapat dikampus.

Fresh graduate harus mempersiapakan diri ,karena persiapan kerja membuat setengah pekerjaan bakal terlaksana.