“Kami kira kalo Big Bos dengan
para centengnya berani hadapi kita tapi yang kita hadapi cuma wadir, buat apa .. .”, begitulah demo kenaikan
kesejahteraan buruh sebuah pabrik dengan
muka merah padam beberapa peserta demo panas .
Tiba tiba duaar…beberapa orang
memukul gerbang dengan besi dan mulailah ricuh demo yang awalnya damai sejak
pagi hingga terik jelang sore. Entah kelompoknya siapa yang memulai sehingga
memicu kondisi “chaos”. Tidak lama
kemudian demo dapat dikendalikan dan beberapa oknum buruh yang diduga sebagai
provakator berurusan dengan pihak
berwajib . Beberapa sorotan kamera awak
media terus berjalan karena telah meliput sejak awal demo di pabrik ini.





