Kank, sebagai pejabat ASN yang memiliki beban kerja dan
sasaran kinerja pegawai (SKP) ,bagaimana caranya agar setiap individu dalam
organisasi kami dapat memberikan pelayanan yang terbaik..?
Kank Hari Santoso : CMO Insight Management Consult. Praktisi, konsultan dan instruktur berbagi diklat /seminar dan motivasi serta penceramah agama , di berbagai perusahaan dan instansi pemerintah bidang Etos Kerja Islami, Peningkatan Mutu SDM , Parenting dan Teknologi Pembelajaran sejak tahun 1996 , lebih dari 85.000 peserta telah "tercerahkan " melalui pelatihan yang diselenggarakan. Narasumber Tetap di RRI, SAS FM , ROS bidang Peningkatan Mutu MSDM dan Pengembangan Kepribadian
Minggu, 02 November 2014
Mengelola Sasaran Kinerja Pejabat (SKP) Aparatur Sipil Negara Sebagai Pelayan Publik
Dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No:63/Kep/M.PAN/7/3003 yang dimaksud
pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh
penyelenggara pelayanan public sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan
ketentuan perundang undangan. Oleh karena itu pengelolaan sasaran kinerja
pegawai tidak dapat dilepaskan dari
penempatan pegawai, penilaian pegawai dan pengembangan /peningkatan pegawai.
Mengingat kepuasaan masyarakat terletak pada kompetensi dan pelayanan prima
dari pegawai pada instansi yang bersangkutan.
Sabtu, 01 November 2014
Mengatasi Perasaan Tak Berharga
Kank Hari, saya sejak kecil selalu diremehkan oleh orang tua dan keluarga,sampai saat ini saya sudah bekerja masih dianggap belum bisa membanggakan keluarga.Sehingga saat ini dalam berprofesi dan membina hubungan sosial saya sering merasa tertekan ,merasa benci pada diri semdiri,sering minder dan beranggapan saya memang tak layak untuk sukses, bagaimana saya harus bertindak…?
Allah Berfirman “Yang
menjadikan mati dan hidup, supaya Dia
menguji kamu siapakah yang lebih baik amalnya diantara kamu. Dan Dia Maha Perkasa
lagi Maha Pengampun” . Qs. Al Mulk 2.
Dr . David Bruns psikiater dan penulis buku “Felling Good” mengatakan, “People who like them selves radiate a positive
spirit which makes them truly attractive. Your self esteem result primarily from the messages your give
yourself. If You put your self down great deal,you are going to be depressed.
Un Happy and low self esteem”.
Berat ringannya beban yang anda pikul sebenarnya terletak
pada cara pandang anda terhadap diri sendiri. Oleh karena itu mulai membangun
konsep diri yang positif agar anda dapat menghargai diri sendiri sekaligus
mendapatkan penghargaan dari orang lain.
Rabu, 29 Oktober 2014
Kiat Atasi Rasa Tidak PD menjadi Officer Development Program
Kank,walaupun saya
diterima test dengan skor tertinggi ,namun perasaan minder ini kadang kadang
muncul melihat para Officer Development Program (ODP) rekan kami ini tampilnya keren keren, apakah saya bisa sukses..?
Keyakinan anda akan menuntun pada tujuan yang ingin anda
capai,jika anda yakin sukses dapat dipastikan anda akan sukses.Mengapa
begitu..?
Sebuah keyakinan yang kuat merupakan cara pandang positif
yang menghasilkan perasaan dan perilaku positif dimasa depan,oleh karena itu
miliki pemikiran positif, jangantirun semanagat anda biarkan di dominasi oleh perasaan negative yang akan merongrong kepercayaan diri
anda untuk berhasil.
Selasa, 28 Oktober 2014
Clean Good Governance :Tuntutan SKPD Memberikan Pelayanan Lebih Baik
Kank , di era keterbukaan public tentu indeks kepuasaan
mayarakat yang kita berikan menjadi ukuran efektivitas kinerja instansi padahal
tingkat kesulitan memberikan kepuasan kepada masyarakat berbanding lurus dengan
tingkat etos kerja aparatur ,lantas
bagaimana kami harus melakukannya..?
Instansi saat ini harus berani belajar dari berbagai
kesalahan yang menyebabkan ketidak puasan atas layanan yang pernah diberikan
kepada layanan. Oleh karena itu setiap instansi termasuk instansi yang anda
pimpin perlu memiliki ukuran kepuasaan atas layanan yang diberikan.
Secara sederhana setiap individu dalam instansi harus
memperhatikan mutu kinerja, manfaat yang dirasakan masyarakat , persepsi atas
layanan yang diberikan dan harapan
masayarakat atas layanan. Menjadi standar kinerja setiap pejabat aparatur Negara
dalam pelayanan public. Instansi secara
hilistik harus teru mengkaji tingkat mutu layanan yang diberikan mulai dari
masyarakat bahkan seluruh stakeholder.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Kiat Menghindari Sebutan Sebagai Pegawai Malas
Kank Saya ,pegawai salah satu instansi,sulit bagi saya mengindari stigma
masayarakat bahwa pegawai itu hanya berorientasi duit ,malas bekerja dan tidak
produktif,lantas bagaimana saya harus bertindak..?
Jangan salahkan anggapan orang lain terhadap deskripsi
pegawai karena paradigm orang bersangkutan merupakan akumulasi berbagai
informasi,pengalaman atau trauma terhadap perilaku pegawai yang kebetulan
didapatnya. Jadi hak mereka memiliki anggapan demikian.
Namun yang bisa anda lakukan bukan dengan mendebatnya dengan
berbagai argument yang menurut anda tidak benar ,melainkan dengan bukti. Membuktikan
bahwa diri anda bukan pegawai seperti anggapannya.
Kiat Menghindari Sebutan Karyawan Banyak Alasan
Kank Hari ,Bagaimana caranya agar saya tidak dianggap
terlalu banyak alasan jika ada keperluan harus meninggalkan tugas untuk sementara,karena
sudah jamak di perusahaan kami alasan
dijadikan andalan untuk melalaikan tanggung jawab ..?
Meninggalkan tugas untuk suatu keperluan yang lebih genting
memang tidak bisa dihindari oleh setiap karyawan, namun bukan berarti tugas
yang menjadi beban tanggung jawab boleh diabaikan begitu saja. Anggapan orang lain
atau atasan terhadap anda terbangun dari reputasi perbuatan anda selama menjalin relasi dengan
meraka atau reputasi perilaku kinerja anda. Dalam situasi dan kondisi tertentu
alasan dari meninggalkan tugas bisa diterima,namun jika terlau sering maka
alasan anda akan dianggap mengada ada sekaligus menurunkan citra diri positif
anda di mata orang lain.
Selasa, 02 September 2014
Kiat Membangun Daya Saing Pejabat ASN
Perkembangan tuntutan profesionalitas yang berubah di negeri ini mengharuskan aparatur pemerintahan (PNS)
bersikap professional pula. Tanpa perubahan, PNS hanya akan menjadi pegawai yang “statis”. Berkaitan dengan hal tersebut sejalan
dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik) adalah
undang-undang yang mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang
merupakan efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri dan UU Nomor 5
Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara sebagai bentuk reformasi birokrasi.
Pengembangan konsep pelayanan publik dari waktu ke waktu, bukan hanya
“reaktif”, tapi “jemput bola ”. Begitu melihat kekurangan atau keterbatasan,
mereka harus selalu berani “berbenah”.
Langganan:
Postingan (Atom)






