Senin, 11 Februari 2013

Menjadi Pegawai/karyawan Dengan “Mindset” Unggul (Proffesional Sensing).




 


 




“ dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. QS Al A'raf 74 


Kesuksesan menjadi hak setiap orang termasuk karyawan,dan hanya bisa didapat oleh karyawan yang memang mempersiapkan diri untuk menangkap peluang yang ada. Oleh karena itu hanya karyawan yang mempersiapkan  strategi dan kompetensi serta memiliki kemampuan analisa masa depan yang dapat memanfaatkan peluang itu. Sekalipun peluang itu ada namun jika karyawan itu tidak pantas untuk mendapatkannya karena persoalan kompetensi maka tentu saja peluang itu akan berlalu begitu saja
.

Itulah sebabnya setiap karyawan tidak boleh berhenti mengembangkan diri . Pengembangan diri itu meliputi  :

·         Knowlegde; setiap karyawan harus memiliki dan peningkatan ilmu pengetahuan berkaitan dengan beban tugas yang dikerjakannya. Ilmu tersebut berkaitan dengan pengetahuan produk/layanan dari perusahaan/instansi  di mana karyawan tersebut bekerja.
·         Knowhow; Setiap  karyawan harus selalu meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan tugas, guna memenuhi tuntutan costumer. Jika perlu karyawan harus ahli terhadap bidang kerja yang digeluti.
·         Mental attitude ; Setiap karyawan harus menjunjung tinggi sikap mental yang dapat memberikan kenyamanan bagi orang lain ,seperti ketulusan,keramahan,cepat tanggapan,bisa di akses dan bertanggung jawab .


Dalam perspektif profesional seorang pegawai atau karyawan dituntut pula memiliki wawasan  pelayanan terutama dalam menjalani profesinya. Berikut wawasan yang harus dikuasai karyawan;


Pertama,Cepat Tanggap

,kesiapan karyawan untuk cepat tanggap saat terutama jika mendapatkan komplain dari pihak lain, hal ini merupakan bentuk dari proffesional sensing.Karyawan bersangkutan semestinya  mampu membaca arah perintah dengan  jeli dan selalu mengikuti leadership style dari atasan maupun konsumen yang dilayaninya baik dari dalam organisasi atau dari luar (masyarakat).

Kedua , Kemampuan Mengelola Informasi

seorang karyawan yang memiliki proffesional sensing  adalah mereka  yang faham akan pentingnya informasi,memiliki strategi mendapatkan informasi yang efektif dan efisien guna kepentingan infrastruktur organisasi/ instansi di mana karyawan terebut bekerja. Informasi ini kemudian dilanjutkan kepada pimpinan untuk diolah menjadi proses pembelajaran pada instansi bersangkutan. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi  bagi karyawan adalah keterampilan mutlak yang harus dikuasai setiap karyawan. Baik berkaitan dengan sarana penyelesaian tugas atau tidak.

Ketiga , Kreatif

seorang karyawan yang memiliki proffesional sensing  memiliki kecakapan kreatif  terutama  mengamati perkembangan tuntutan pelayanan (outward looking). Dan percaya bahwa perubahan dan perkembangan tuntutan masyarakat harus menjadi tuntutan untuk perbaikan sistem di instansi di mana karyawan tersebut bekerja.

Keempat ,Membina Relasi

mengasah keterampilan membina relasi. Seorang karyawan yang professional selalu diperhitungkan atasan dan stakeholder  atas kinerjanya  dan menjadi perhatian kawan kawannya. Guna dapat membangun relasi horizontal dan vertikal maka karyawan bersangkutan semestinya mengerti harapan ,dinamika ,   gaya kerja dan  dinamika kinerja dari seluruh mitranya tersebut. Mayoritas orang mau bekerja sama dengan orang lain karena dapat memberikan revenue dan kemanfaatan yang tinggi baginya.

Kelima ,Belajar Berkesinambungan

Karyawan tidak boleh berhenti belajar jika ingin terus mengasah kompetensinya. Kompeteni yang harus dikuasai seorang karyawan adalah pengetahuan tentang produk /layanan,kualitas pelayanan teknologi ,kebijakan,,gaya kerja atasan ,prilaku teman /klien  dll. Kalau karyawan tidak menggunakan waktu sebaik baiknya selama bekerja maka dirinya akan kehilangan kesempatan belajar  yang semestinya berguna bagi diri karyawan bersangkutan. Ketika ada promosi jabatan ,test kompetensi atau perampingan maka karyawan yang tidak memiliki ‘ value ‘ akan kehilangan kesempatan berkembang.


Bisa saja memang karyawan naik jabatan  tanpa menjalani  proses yang kita bicarakan tadi  yang biasa kita sebut sebagai keberuntungan. Namun tidak akan ada keberuntungan  berkelanjutan jika tidak memiliki kompetensi....!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar